Hidup di dalam Sejarah

Sejarah berarti sesuatu yang sudah lewat, berlalu dan dalam rentang waktu cukup lama. Namun, apa yang terkandung dalam sejarah itu sendiri baik nilai, momen, dari realita tetap akan abadi. Begitu juga dengan apa yang manusia rasakan dalam pengalaman hidupnya.

Manusia boleh menghindar, marah, buang muka, mengeluarkan kata-kata yang perlu disensor untuk meluapkan segala perasaan yang muncul tatkala bersinggungan dengan sejarah selain rasa kagum, bangga, ataupun rindu. Demikianlah respon positif dan negatif, dua kutub berbeda yang akan selalu ada tatkala seseorang mengingat kembali sejarah perjalanan hidupnya.

Baik hal positif maupun negatif dari komentar yang muncul mengenai sejarah, keduanya mempunyai persamaan, yaitu ada emosi atau perasaan yang terlibat saat orang tersebut mengungkapkannya. Seringkali, orang tidak menyadarinya.

Beribu pertanyaan, penyesalan akan muncul tatkala kita mengenang sejarah yang tidak mengenakkan dan “belum selesai”. Bertanya kepada Tuhan mungkin berada di posisi teratas dalam hal yang kita lakukan saat mengingat sejarah yang kurang menyenangkan. Hal ini akan buang-buang waktu jikalau apa yang kita tanyakan tak kunjung terjawab. Jika dipikir secara logika, kita bisa dengan mudah bilang, “Orang bodoh!” kepada mereka yang terus-menerus/banyak bertanya atau menyesali salah satu sejarah dalam hidupnya.

Kebodohan ini bisa bertambah parah tatkala orang yang terlibat di dalamnya masih tidak bisa lepas dari kenyataan “unfinished business”. Waktu, tenaga dan pikiran terbuang percuma. Orang yang menyimpan kemarahan dalam hati adalah salah satu orang yang hidup dalam sejarah. Kita terkadang lupa bahwa kita tak lepas dari kemungkinan bisa menjadi orang yang sama.

Nalar atau logika terkadang tidak sejalan dengan kenyataan yang ada. Manusia kadangkala tidak menyadari bahwa dirinya hidup dalam sejarah dan menyalahkan yang lain atas sesuatu peristiwa. Tidak sadar bahwa diri juga sama bodohnya. Memang, menghakimi orang lain lebih mudah daripada merenung/refleksi diri sendiri.

Mengetahui, menyadari bahwa diri sendiri tidak 100% benar juga tidak berarti menjadikan kita lebih bijaksana. Poin terpenting adalah kerendahan hati mengakui bahwa diri kita sama-sama orang berdosa yang tidak mampu menyelamatkan diri atau memperbaiki hidup secara mandiri sehingga kita membutuhkan Pribadi lain yang mampu mengubah secara utuh. Pribadi yang tak bercela yang mampu mengangkat kita dari jurang keterpurukan dosa.

Bersyukur atas Kasih karunia-Nya yang tiada batas, rela menggantikan segala dosa kita, mati dengan cara yang paling hina, lalu bangkit dalam kemuliaan. Semua dilakukanNya agar manusia dapat diselamatkan. Dia juga memberikan seorang Pribadi (sesudah naik ke Surga) yang mampu menolong agar hidup kita berpengharapan, mampu hidup di luar sejarah.

 

Never Ending Love

Love is unlimited. It doesn’t limited by space and time. Everyone can fall in love. It has a lot of forms. Usually, we can easily mislead by someone we loved, I think this phrase is correct, people often said “Love is blind”.

Because of love, we can easily forgive but forget, I don’t know, I think it’s rather difficult. Maybe, we forgot the details but we remembered. The pure and genuine love only AGAPE, it’s the one and only love that shows the love of the Creator of this universe. For human to express this kind of love, it’s impossible but the percentage of impossibility is lessen if we acknowledge and accept that Jesus as the one and only Saviour.

Whether human has thousands or maybe a hundred thousands of reason for not loving others but it’s not an excuse for not loving. Believe it or not, some people don’t recognize that they’re loving someone until somebody tell them in front of their face. The similarity is only one, people who loved always want the ones they loved happy. Because true love is sincere.

In front of others, you can say anything. Do you often talked about them to other people? If yes, it means that you still have feeling for them, no matter it’s a bad opinion.

When we can not do something that’s usefull or meaningfull to the people we loved, it’s easy to regret. We’re asking why oh why to God and it takes a lot of energy by questioning it. The answer behind our regrets, questions often released by everything surrounds us or by God himself after some periodic of time. In God’s time not ours. I do have a lot of questions to God about my love story. Some of them is still unanswered.

“Love will always be the number one trending topic in our life’s list and never be too old-fashioned for discussing it” 

Perhaps You ….. Hanya Cinta yang Bisa

Unbelievable. Itu kata-kata yang terlintas di dalam pikiran gw selesai baca novel ini yang rampung dalam waktu 1 hari lebih dikit (fyi, tebalnya lebih dari 300 halaman). Not more than 2 days. Cerita dari penggambaran tokoh utama begitu detail mengenai latar belakangnya. Awalnya terasa monoton namun tetap mengusik rasa keingintahuan gw untuk terus mengikutinya. Cerita tentang seorang cewek dari keluarga berada namun low profile. Cewek ini akhirnya malah jatuh hati dengan seorang pria di luar dugaannya. Kehidupan cinta yang pelik, naik-turun, pergolakan emosi yang sangat mungkin terjadi membuat cerita sederhana ini menjadi menarik untuk disimak. Bukan hal baru dalam masalah cinta ataupun kegiatan ekstrem yang nampak dari cerita ini. Banyak nilai moral yang bisa dipetik dari novel ini. Gw belum menyelidiki lebih lanjut tetang penulisnya. Buku ini serasa curhat atau seperti kisah pribadi sang penulis (itu pendapat gw selaku pembaca).

Photo Studio: Fake / Photoshop (most of it) / Real+ (slight of photoshop)?

Ketertarikan ini bermula dari temen kampus yang foto di sana. Tempat yang lumayan jauh dari tempat kos waktu itu dan sempat minta tolong 2 orang teman untuk nebeng :) Appointment dijadwalkan pagi dengan harapan tidak banyak orang yang antri. Terbukti, saat itu sepi.

Pemotretan berjalan lancar. Walau teringat beberapa kali fotografer mengarahkan cukup lama (maklum tidak berbakat fotogenic) dan orang yang make up katanya cukup susah nge-dandanin bentuk mata gw.

Hasil tak lama keluar dan gw diminta memilih sesuai dengan paket yang dipilih. Hasilnya bener-bener beda ma wajah gw. Adek gw bilang itu dimanipulasi, temen gw bilang “Parah, photoshopnya” (the last comment make me sad). Gw jg ngga tahu kenapa bisa yang berbeda tu cuman foto gw doang. Foto temen2 gw yg laen ngga kayak punya gw. Foto gw bikin orang lain pangling ngeliatnya.

Beberapa waktu ini, gw kembali teringat kata-kata temen-temen gw. Jujur, dalam diri gw pengen banget nanya ke fotografernya waktu itu, apakah segitu banyaknya “revisi” di foto gw. Gw terpikir beberapa kemungkinan:

  • Tukang rias or make up-nya pinter bisa ngebikin wajah gw keliatan beda bgt
  • Fotografernya pinter ambil anglenya
  • Fotografer banyak permak pake photoshop which is means “muka gw perlu banyak permak” :’(

Sedih gw nge-dengernya. Pernah terlintas buat nanya ke fotografernya, untuk minta the “real” ones. Tapi buat apa? Kalo ternyata the “real”-nya bagus sih ngga masalah dan mungkin bilang ke orang-orang bahwa ini buktinya. Kalo sebaliknya?

Intinya ini semua cuma mau bilang untuk memuaskan ego gw. Yup, that’s the real reason. Seperti gw cuma mo ngomong gini, “Gini lo Go, sebenernya tuh foto blablablabla….. Lu udah puas belum?”

Terkadang manusia juga tanpa sadar hanya berusaha memuaskan si ego bukan keluarga, bukan pasangan, bukan rekan kantor, bukan bos, bukan Tuhan, Sang Pencipta Alam Semesta. Betapa sia-sia kan apa yang sudah dilakukan? Alangkah indahnya kalau Tuhan puas dengan apa yang sudah kita lakukan, “Good job, My Child. Lets move to Heaven with Me” (note: bukan si ego)

 

 

In Time With You

Film seri Taiwan yang bercerita tentang persahabatan pria-wanita beserta lika-liku di dalamnya. Kisah yang tidak asing namun diceritakan pas dan tidak berlebihan. Banyak pelajaran-pelajaran moral yang dapat diambil saat menonton film ini. Kisah yang mengharukan namun tetap down to earth, tidak ada ekspos “the have” yang berlebih dalam posisi ini. Kisah-kisah yang ada adalah kisah yang sangat mungkin terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Film serial Taiwan yang menjadi favoritku.

Murid Istimewa

Buku kedua dari Torey Hayden yang dibaca. Sempat ragu untuk kembali membaca buku Torey Hayden setelah membaca Jadie yang kelam, hitam dan tak terduga. Bahkan langsung men-cap buku yang “berat” untuk semua buku karyanya. Namun, kesan berat itu tak tampak dalam buku Murid Istimewa ini. Buku ini masih setia dengan pengalaman-pengalaman Torey mengajar anak-anak dengan kepribadian khusus. Yang awalnya hanya berencana menjadi guru pengganti sementara selama menunggu persetujuan visa justru memakan waktu yang lebih lama. Selain persahabatan dengan anak-anak itu, dia juga mengenal seorang ibu dari salah seorang anak dan berteman dengannya. Pergulatan emosi kembali dialami karena beragam latar belakang anak-anak tersebut selain mencoba menolong mengatasi masalah psikologis teman barunya. Buku ini terkesan lebih ringan bila dibandingkan dengan Jadie namun tetap menarik untuk dibaca.

Manusia Setengah Salmon

Buku terbaru dan buku ke-6 dari Raditya Dika. Masih berisi ke”absurd”an dia seperti icon-icon lucu, interviews with hantus atau bertanya kepada orang yang salah, selain kegalauan hatinya. Di bagian dalam cover depan terdapat berbagai posenya seolah-olah ikan dengan me”monyong”kan mulutnya. Tak lupa aib keluarganya kembali terungkap dalam salah satu ceritanya. Jadi binun, keluarganya harus berkulit badak alias tidak tahu malu karena aib diungkapkan ke hadapan publik :D

Crossing Over

Film sejenis Crash yang bertema keadaan sosial. Dimana film ini berkutat dengan perjuangan seseorang menjadi warganegara Amerika. Film ini dibintangi Harrison Ford sebagai polisi menjelang pensiun namun masih membantu orang yg terjerat kriminalitas tetap mendapat hak yg sepantasnya. Polisi lain menganggapnya kurang kerjaan namun dia tetap teguh menolong orang yang membutuhkan. Film ini tidak menjadikan Harrison Ford sebagai tokoh utama namun lebih menitikberatkan pada usaha masing-masing orang untuk mendapatkan pengakuan sebagai seorang warganegara Amerika dengan berbagai cara baik legal maupun ilegal.

Cinta Brontosaurus

Buku koleksi Raditya Dika yang pertama kali gw baca. Gw tertarik baca bukan karena covernya yg aneh atau absurd gitu. Tapi karena gw ditunjukin video klip Radith pas jadi Stand up comedian di Youtube. Bikin gw ma adek gw ketawa ngakak karena tingkah lakunya yg lebay & banyak ngomong. Buku ini juga lucu, ada revenge of bom bom car, surat cinta semasa smp yg lucu, atau kisah kucing di rumahnya. Kadang gw berpikir nih beneran terjadi atau imajinasi si pengarang yg berlebihan? Eniwei (ini salah satu gaya tulisannya), tetep bikin gw ngakak karena kok ada orang yg kelihatan naif banget. Tapi temen gw jg ada yg ngomong gini si “Bedanya tipis antara naif ma goblok”. So, what do u think?

Kambing Jantan

Karya non-fiksi yang bikin ngakak dari Raditya Dika. Merupakan buku pertamanya namun buku ke-2 karangan Radith yang gw baca. Asli ada yg bikin gw ketawa ngakak dari postingan blognya Kambing Jantan (yang sekarang sudah nggak ada lagi). Buku pertama ini mengisahkan petualangannya sebagai mahasiswa di Adelaide, Aussie. Persiapan menjelang kuliah, pengalaman-pengalaman kocak, ke”gendeng”an dia bersama temen-temennya di sana. Nggak tahu malu karena berani pake boxer dan sandal jepit doang buat belanja ke mini market, dideketin bule ngga jelas, peristiwa salah manggil guru bule ke dia ma temen-temennya adalah sekian dari peristiwa kocaknya. Bagus banget buat penghilang stress.

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.